Kisahku dengan Dini
Februari 9, 2008
Seperti pernah kukenalkan tantang dini pada artikel sebelumnya. Aku dan dia melanjutkan sekolah di SMP yang sama, aku tak pernah sengaja berniat menjalin hubungan dengannya, hanya mungkin karena persahabatan kita semakin dekat dan sepertinya gelagat dia dan dari bahasa tubuh nya cie….. menyatakan bahwa di menyukaiku, maka yang terjadi terjadilah…. berbunga rasa hati bila kita bertemu, berangkat kesekolah dan pulang bareng, bercerita tentang kelas masing-masing (kita satu angkatan tapi beda kelas), tentang rumah, tentang yang lain dan tak lupa dibumbui kata rayuan gombal yang membuat kita tertawa. aku sangat senang bisa berhubungan dengannya, selain memang dia baik dan periang, disisi lain juga dia agak sedikit…agresif hehehehe…. itu yang membuat aku selalu semangat ingin bertemu dengannya.. tapi kembali lagi, didunia ini memang diciptakan berpasang-pasangan, ada suka dan ada duka, hubungan ku pun tidak melulu bersenang-senang, ada duka dan sisi buruknya, sampai akhirnya suatu musibah datang, mungkin akan aku ceritakan pada coretanku selanjutnya.
Dini Itu
Februari 7, 2008
Dini itu seorang gadis cilik, imut, dan matanya bercahaya menurutku. Aku mengenalnya semenjak SD kelas 5, walaupun saat itu aku belum punya rasa terhadap dia tapi aku senang bersahabat dengannya, dia periang, baik, walaupun agak sedikit bawel dan tingkahnya agak ” lenjeh” kata orang jawa bilang atau kurang bisa diam, dia memang anak yang aktif. Saking dekatnya denganku kita sempat digosipkan pacaran, kalau dulu jamannya anak-anak ya diledekin sebutannya. dini tak pernah menghiraukan ledekan itu, dan persahabatan kami tidak mengganggu cinta monyetku dengan Mala. Persahabatanku berlanjut sampai aku SMP, dan ada kisah tentangku dengannya, pada waktu SMA aku sudah kehilangan kontak dengannya, hingga kini aku pun tak tau kabarnya. Dini aku tak lupa padamu…..
Love Monkey
Februari 6, 2008
Pada waktu SD dulu saat itu aku kelas 6 SD, aku kenal dengan seorang gadis desa, Ia bernama Mala. Hanya waktu itu kita masih malu-malu untuk melakukan apa yang disebut pacaran, jangankan pacaran..untuk berduaan saja kami belum seberani anak dewasa (Ya iyalah masih kecil gitu loch…).Apa lagi bila ketahuan teman-teman kami yang lain, dijamin ngacir…..
Hari-hari aku lalui dengan gaya persahabatan anak kecil…hanya titip salam, surat-menyurat dan lempar pandangan serta senyum, semua terasa membahagiakan. Tapi malapetaka tiba, seorang pemuda yang juga dari kota datang bersama kakeknya yang notabene orang kaya dikampungnya menebar pesona dihadapan Mala, dan dengan sejuta makna Mala pun terengkuh…Hancur hatiku saat itu, dan hanya bisa merenungi diri, apakah aku harus berlari? atau terus melaju?. Mungkin ini sebuah awal dari petualangan cintaku dan awal dari cerita-ceritaku…
Ceritaku
Februari 6, 2008
Ini hanya untaian pengalamanku…
Entah hobi entah obsesi, tapi semuanya menggerakkan tanganku untuk berbagi, tanpa niat untuk membual atau menyombongkan diri.
Aku bukan bangga menjadi buaya, tapi aku memang suka, karena aku selalu lapar dan dahaga, tak pernah puas dengan satu mangsa, tapi hanya satu yang istimewa, aku tak pernah berniat membuat si mangsa menderita, hanya si mangsa yang merasa merana dan pergi tanpa kerana…. Hingga aku terus mencari dan berjaya…